Bentuk Air di Antariksa Bulat, Mengapa?

wah

Salah satu sifat dasar air adalah selalu mengikuti bentuk wadahnya. Gaya gravitasi Bumi-lah yang membuatnya selalu menyesuaikan dengan bentuk ruangan di sekitarnya.

Namun, hukum fisika tersebut hanya berlaku di permukaan Bumi. Di antariksa, pengaruh gaya gravitasi memberikan efek berbeda terhadap air.

Seperti astronot, satelit, dan objek apapun, air juga melayang jika berada di orbit Bumi. Air, tidak akan mengikuti bentuk wadahnya dan akan selalu berbentuk bulat.

Mengapa demikian?

Benda-benda di sekitar Bumi tetap terpengaruh gaya gravitasi meskipun semakain kecil seiring jaraknya dengan Bumi. Jadi, istilah gravitasi nol sebenarnya kurang tepat.

Yang terjadi sebenarnya, objek-objek tersebut jatuh ke Bumi namun sedikit demi sedikit dengan sudut kemiringan sangat kecil. Keadaan ini membuatnya kelihatan melayang dan dirasakan sebagai kondisi tanpa bobot.

Cairan yang melayang di antariksa memperoleh tekanan yang relatif sama dari lingkungan sekitarnya. Hal tersebut menyebabkan tegangan di permukaan air sama rata dan ikatan antarmolekulnya membentuk lapisan terluar yang elastis. Ikatan antarmolekulnya merata sama kuat sehingga bentuk yang paling efektif adalah berupa bulatan.

Lantas, bagaimana cara minum di luar angkasa jika airnya melayang-layang? Ya telan saja, karana gaya peristaltik tenggorokan dan lambung sanggup mengatasinya.

Sumber : KCM (9 Januari 2008)

0 komentar:

Posting Komentar

BlogCatalog

Computer Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah seorang Mahasiswa di sebuah Universitas Terkemuka di Riau, saat ini saya mencari dan memberikan ilmu yang selama ini saya cari dan dapat, agar berguna bagi kita semua.

Cari Blog Ini

Pengikut

Tentang Blog Saya

> Blog ini dirancang melalui berbagai hal pengalaman yang telah saya dapatkan selama ini, ilmu bukan untuk disimpan sendiri melainkan untuk disebarluaskan, untuk mengurangi tingkat kebodohan, dan yang pastinya ilmu yang diberikanpun merupakan ilmu yang bermanfaat. :)